Rabu, 25 Juli 2012

Mike Shinoda Biografi



Mike at 1Live Studios, 2010

Mike (Michael Kenji Shinoda) lahir 11 Februari 1977 dari ayah dan ibu bernama Muto dan Dona Shinoda. Beberapa tahun kemudian mereka mempunyai anak lagi bernama Jason, yg mike panggil Jay, mereka di nesarkan di Aguora Hills, California.


Dari sangat awal Mike mengembangkan keterampilan artistic, saat keluarga mereka pergi keluar untuk makan malam dan Mike menyelesaikan makan malamnya lebih awal, dia diberikan kertas tisu untuk dia gambari untuk membuat dia diam daripada menggangu pengunung yang lain. Ibunya juga mengatur les piano untuk Mike saat dia masih tiga/empat tahun, dia mulai dengan music klasik di 12 tahun pertama atau lebih dan lalu dia pindah ke hip hop dan belajar loops and looks. Setelah 12 tahun belajar , tidak ada lagi yg bisa ia pelajari dari gurunya and dia (guru) menyarankan untuk melakukan experimen sendiri.
aku memulai belajar bermain piano saat aku masih sangan muda,sekitar umur 4tahun. Dan aku bermain piano sekitar 12 tahun dan setelah itu aku pindah ke keyboard dan sampler., lalu gitar. Aku sedkit belajar bermain bass. aku mungkin bisa mengikat instrument ke setiap tanganku dan mempertunjukan sebagai satu orang band!
-Mike, 2004.


Selama SMA, ayah Mike membawa dia ke perkemahan kerja di musim panas untuk membantu daerah penampungan orang amerika asli, Mike telah diambil pada etika social ini dan juga membantu Brad dan keluarganya secara sukarela di dapur selama liburan.


Mike menyebutkan bahwa iyamerasa canggung di sekolah dan merasa sulit untuk beradaptasi dengan etnis dirinya yg setengah jepang, setengah amerika, anak-anak sering mengira bahwa dia adalah orang Latin. Selagi SMP dia bertemu dengan Brad Delson, mereka menjadi teman dan Brad mengajari Mike bermain gitar. Mereka kemudian memberntuk band bernama Xero (kemudian di ubah namanya menjadi Xero 818, Hybrid Theory, dan akhirnya Linkin Park).
saat aku menemukan grup seerti U2, Nine Inch Nails and Depeche Mode, dan menemukan tema yang sama, aku menyadari bahwa aku sangat tertarik dengan emosi di dalam lirik ini. Aku pikir semuaorang melewati emosi yang sama, di level berbeda dan melewati pengalaman yang berbeda. Lirik yang terbaik adalah satu yang bisa menjelaskan semua emosi di cara yang selalu ingin kamu katakana tapi tidak menemukan kata-kata yang pantas.

Setelah lulus SMA Mike pergi ke Pusat Seni bergengsi “college of design” di Pasadena unutk belajar ilustrasi dan desain. Joe Hahn juga kuliah di kampus itu dan bergabung dengan Xero. Teman sekamar mike adalah Cory Sandelius yaitu teman dekat Mike. Meskipun di bawah tekanan harus mengambil ujian akhir di akhir pekan yang sama dengan Hybrid Theory yang harus melakukan showcase untuk 6 label rekaman. Mike lulus di tahun 1998 dengan gelar “Barchelor Of Arts in Design amd Illustrator”, dia merupakan yang termuda di kelasnya untuk lulus di umur 21 tahun.


Mike mendapat pekerjaan sebagai desainer grafis setelah ia keluar dari perguruan tinggi dan ia berpikir ia akan mendesign cover CD untuk kehidupan. Di tahun 1997 dia mendesain cover untuk Style of Beyond 2000 Fold album dan dia juga memproduseri lagu Marco Polo untuk mereka.


Seperti Mike bekerja sebagai desainer grafis, band mereka terus berlanjut menulis dan rekaman, vokalis mereka Mark Wakefield meninggalkan mereka dan menemukan Chester Bennington untuk menggantikan dia, band ini berganti nama menjadi Hybrid Theory, lalu akhirnya Hybrid Theory EP di rilis pada Mei 1999, Mike membuat covernya lagi.setelah perubahan nama lain menjadi Linkin Park dan dengan bantuan dari Jeff Blue , akhirnya Warner Bros menawarkan mereka kontrak rekaman (setelah sebelumnya di tolak tiga kali).

Mike dengan penghargaan Hybrid Theory

Hybrid Theory di rilis pada Oktober tahun 2000, Mike yang membuat karya seni untuk album ini juga, prajurit itu menjadi favorite bagi para penggemar untuk membuat tattoo bergambar prajurit tersebut. Linkin Park melakukan tur dalam mendukung Hybrid Theory, di tahun 2001 mereka memenangkan Grammy Award untuk kategori “The Best Hard Rock Performance” untuk lagu Crawling, dan dia mencapai tujuan yg sudah dia atur dalam band. Hybrid Theory menjadi album dengan penjualan terbanyak di tahun 2001.


Di tahun 2002 Mike dan Joe menulis dan memproduseri single “it’s goin’ down” bersama the X-Ecutioners. Mike juga memproduseri album linkin park pertamanya, Reanimation, dan dia juga mengerjakan cover albumnya. Album ini juga memperbolehkan mike bekerja sama dengan temannya seperti Cheapshot, dan orang orang yang dia temui selama di tour Hybrid Theory, seperti Aaron Lewis.

Mike di tur Summer Sanitarium, mendukung Meteora

Album kedua Linkin Park “meteora” di rilis pada Maret tahun 2003 dan melakukan tour lagi.


Pada tanggal 10 mei 2003 Mike menikahi pacar lamanya, Anna yang sekarang menjadi penulis.


Di tahun 2004, mike menjelaskan Depeche Mode single Enjoy The Silence, untuk album remix mereka yang berjudul Remixes 81-04 dan itu akan di rilis sebagai single pada bulan oktober. Di bulan berikutnya Linkin park bekerja sama dengan Jay-Z untuk membuat “mash up album” untuk MTV dan konser kecil. Mike merasa sangat terhormat untuk bekerja bersama Jay-Z karena dia adalah penggemar berat karyanya. Mike juga memproduseri, me-remix, mengatur album EP itu. Single dari album EP itu, Numb/Encore memenangkan Grammy Awards 2006 untuk kategori “best rap/sung collaboration”, mereka juga menampilkan lagu itu bersama Jay-Z dan juga bergabung dengan Paul McCartney, dan lagu The Beatle’s “Yesterday” juga di masukan kedalam album itu.


Selama tahun ini Mike juga mendirikan “Michael K. Shinoda” , dia juga menawarkan beasiswa untuk Art College Center of Design dari hasil karya seni-nya, Mike juga menyumbang ke “Japanese American Museum”

foto promo Fort Minor


Setelah tour selesai, Linkin Park memilih untuk istirahat, mike memilih waktu untuk bereksperimen di proyek hip hop nya, Fort Minor. Album ini memberikan dia untuk bekerja sama dengan temannya, termasuk Styles Of Beyond, Common and John Matranga. Dia merilis mixtape Fort Minor berjudul Fort Minor: We Major, The Rising Tied di rilis pada bulan November tahun 2005. Mike mencantumkan Jay-Z sebagai esekutif produser dan Brad juga memberikan nasehat di album juga, tapi mike memproduseri album tersebut sendiri serta melakukan hamper semua instrument di situ dan dan membuat cover albumnya.
Jay-Z adalah esekutif produser, tapi dia tidak menulis apapun. Dia membantuku memilih lagu. Black Thought, Common, John Legend, Styles of Beyond, Holly Brook, Kenna, Jonah Matranga, Mr. Hahn, and Eric Bobo adalah orang orang yang berada di album. Aku membatasi tamu untuk orang orang yang aku kenal. aku pikir satu satunya orang yang disebut dingin tentang proyek ini adalah John Legend, simple ini karena saya menyukai suaranya. Saya pikir mungkin aku bisa mendapatkan nama-nama yang lebih besar di rekaman ini, tapi aku lebih ingin melakukannya dengan teman-teman sebagai gantinya.
-Mike, Fixins interview, 2005.

Album ini di terima baik oleh kritikus dan penggemar dan juga di dukung dengantour pendek, termasuk mendukung 50 cent di Malaysia. Album ini, khususnya tema dalam lirik jauh lebih pribadi untuk Mike, lagu “Where’d You Go” ditulis untuk istrinya, dan mempertimbangkan apakah keluarganya akan tetap berjalan semantara dia pergi untuk melakukan tour dalam waktu yang lama. Selama interview mengenai Fort Minor, Mike mengungkapkan bahwa keluarganya berada di tenda-tenda pengasingan selama Perang Dunia ke II, lagu yang berhubungan dengan ketegangan sekitar waktu itu melalui karakter “kenji” yang di asingkan ke perkemahan, dan itu adalah ayah Mike dan Bibi Mike, mereka berdua di asingkan.
Keluargaku di asingkan dan aku belajar bahwa beberapa dari saudaraku di bawa ke lapangan pacuan kuda Santa Anita untuk tinggal di kandang kuda sebelum mereka di bawa ke perkemahan di California. Itu adalah cerita tentang keluarga Jepang-Amerika pada saat itu, tapi banyak orang tidak tau tentang itu. aku merasa sulit mengeluarkan cerita itu dari keluargaku karena mereka tidak suka membicarakan itu. Tapi saat aku mendengar cerita itu, aku tau bahwa aku harus mengeluarkan cerita ini.


Mike juga menulis dan menghasilkan skor untuk VMAs tahun 2005 dengan Lil’ Jon.

“tantangannya adalah mereka membutuhkan berbagai variasi. Aku membuat 10 lagu, beberapa dari mereka (fans Linkin Park) akan mengenali suara itu, sedangkan yang lain berbeda, sepenuhnya beberapa sangat bernuansa hip hop. Dan dalam setiap bagian, ada bagian yang berbeda.”

Konsep dari cover Fort Minor ada sekitar 10 bagian termasuk cover albumnya, mike menapilkan karya seninya pada pembukaan galeri pertamanya di “gallery 1988”, show nya bernama Diamonds Spades Hearts Clubs menampilkan campuran item termasuk hewan, gabungan robot dan berlian, hati, skop dan icon club di setiap bagian. Melalui website Mike, sebuah buku terjual , serta skatedecks, kaos dan beebrapa replica karya seni.


Mei 2007 album ke tiga Linkin Park, Minutes To Midnight dirilis, di album ini suara mike lebih sedikit terdengar dari pada di album yang sebelumnya tapi Mike tetap bekerja di album ini sebanyak yg ia kerjakan di album sebelumnya, dia menulis beberapa lagu, dan akhirnya mereka berakhir dengan menyanyikan beberapa bagian dan dia menjadi co-producer bersama Rick Rubin.


Linkin Park bekerja sama dengan Busta Rymes dalam single We Made It, dengan mike menyanyikan versinya sendiri dan chester di bagian reff.

Mike di pembukaan Glorious Excess (Dies)


seperti yang band lakukan untuk mensupport Minutes To Midnight dengan tour dunia, mike juga mulai bekerja di sebuah pameran karya seni, berjudul Glorious Excess, dia merilis sebuah film Sirens and Silence di www.mikeshinoda.com, ia mengumpulkan dari cuplikan film dirinya sendiri dan cuplikan lainnya yang ia kumpulkan. Pertunjukan di bagi menjadi dua bagian (Born) dan (Dies) dan berhubungan dengan celebrity excess.


(Born) di buka di “Japanese American National Museum” pada 11 juli 2008 dan (Dies) di buka pada 29 agustus 2009. Pameran ini memperlihatkan kerangka karakter selebriti saat ia berada di puncak ketenaran dan kematiannya.


Mike dan Mark Wakefield berkolaborasi lagi di tahun 2008, tampil dan membuat video “Barack Your World’ dengan nama band White Pegacorn, lagu itu menunjukan dukungan mereka terhadap Barack Obama. Mereka juga membuat video menggunakan boneka bintang-bintang rock.


Di awal tahun 2009 Mike dan Anna memiliki anak pertama mereka, Otis Shinoda.


Di bulan Juni 2009, film Rob Drydek Street Dreams dibuka, dimana Mike bekerja di situ.

Mike menerima gelar doktornya


Mike juga diminta untuk berpidato pada upacara wisuda di Art Center College Of Design, dia juga di anugrahi gelar kehormatan “Doctorate of Humane Letters”.


Selama 2010 dihabiskan untuk menyelesaikan album Linkin Park berikutnya, Linkin Park merilis game untuk iPad, iPod dan iPhone di awal tahun., dimana Mike banyak bekerja di karakter di dalam game, dan lagu Linkin Park versi 8bit digunakan untuk soundtrack game tersebut.


Mike juga meciptakan dan menyanyi di lagu Cypress Hills, Carry Me Away yang muncul di album mereka Rise Up. Selain itu ia juga memberikan kontribusi untuk buku On Gratitude, yang merupakan kumpulan bab yang di tulis oleh para selebriti .

Mike menerima penghargaanua di East West Players 44th Anniversary Visionary Awards


Di tahun 2010 mike juga diberi penghargaa di East West Players 44th Anniversary Visionary Awards atas karya seninya dan pameran seni yg ia lakukan.
aku tidak berkonsentrasi pada peningkatan di Asian Americans, hanya apa yang aku lakukan, ini hanya aku
- Mike di East West Players 44th Anniversary Visionary Awards

Album ke empat Linkin Park, A Thousand Sun di rilis pada 14 September 2010 dan mereka melakukan tour dunia lagi.


Pada bulan Desember, Mike ikut ambil bagian dalam pameran perayaan 50 tahun Hello Kitty Sanrio, karyanya berjudul ‘Hello Vishnu’. Mike juga mendesain mainan dari vinyl untuk proyek Madhatter MINDStyles sebagai perayaan 60 tahun Alice in Wonderland, modelnya berupa Alice dan si Kelinci Putih yang diberi judul ‘Alice’ dan dipahat oleh Dave Cortes dari Inu Studios, desain tersebut mengingatkan pada karyanya yang berjudul Oyakodon yang merupakan bagian dari pameran Glorious Excess (Dies).

Mike dengan T-shirt yang didesain untuk Japan relief, 2011

Di bulan Maret 2011, Japan mengalami musibah gempa bumi dan tsunami, Music For Relief merespon bencana tersebut dengan merilis album Download to Donate Japan, termasuk lagu terbaru dari Linkin Park, Issho Ni. Mike juga mendesain dua t-shirt yang seluruh penjualannya disumbangkan untuk Music For Relief, satu desain berupa origami butterfly (origami kupu-kupu) yang melambangkan kelahiran kembali dan lainnya bertuliskan Not Alone dengan latar bendera Jepang. Mike juga muncul di stasiun berita lokal seperti KTLA, KNBC, dan CNN untuk mempromosikan upaya pemulihan Jepang lewat Music For Relief.


Mike ikut juga berpartisipasi dalam pameran seni Tiny Trifetca pada bulan April lalu, karyanya berjudul ‘Overnight’, berukuran 4’ x 6’ dan dibuat dari lukisan tanpa kanvas. Semua karya di Tiny Trifecta dijual seharga $100 dollar. Pada bulan Mei, Mike bersama Rob menghadiri acara PTTOW! Youth Media Summit untuk mendiskusikan tentang pemuda dan marketing, tamu acara lainya termasuk musisi, olahragawan, dan Dalai Lama ke-14.



Senin, 23 Juli 2012

Album dan Anggota Linkin Park


Anggota Sekarang
  1. Chester Bennington – vokal
  2. Rob Bourdon – drum
  3. Brad Delson – gitar
  4. Dave "Phoenix" Farrell – bass
  5. Joseph Hahn – turntablesampling
  6. Mike Shinoda – backing vocalsamplingrapkeyboardgitar

Mantan Anggota
  1. Mark Wakefield – Vokal
  2. Scott Koziol – Bass (Stand-in)
  3. Kyle Christener – Bass (Stand-in)
  4. Ian Hornbeck - Bass (Stand-in)

Album Linkin Park :

Album Studio
  1. Hybrid Theory - 24 Oktober 2000
  2. Reanimation - 30 Juli 2002
  3. Meteora - 25 Maret 2003
  4. Minutes to Midnight - 15 Mei 2007
  5. Songs From The Underground EP - 27 November 2008
  6. A Thousand Suns - 14 September 2010

Album Linkin Park Underground
  1. LP Underground v1.0 (HTEP Re-release) (2001)
  2. LP Underground v2.0 (2002)
  3. LP Underground v3.0 (2003)
  4. LP Underground v4.0 (2004)
  5. LP Underground v5.0 (2005)
  6. LP Underground v6.0 (2006)
  7. LP Underground v7.0 (2007)
  8. LP Underground v8.0 (2008)
  9. LP Underground v9.0 (2009)
  10. LP Underground X : Demos (2010)
  11. LP Underground Eleven (2011)

Album Konser
  1. Live In Texas - 18 November 2003
  2. Road to Revolution: Live at Milton Keynes - 24 November 2008
  3. Live From SoHo (iTunes Exclusive EP) (2008)

Album Singel
  1. One Step Closer (2001)
  2. Crawling (2001)
  3. Papercut (2001)
  4. In The End, Pt.1 (2001)
  5. In The End, Pt.2 (2001)
  6. In The End EP (2002)
  7. Pts.of.Athrty (2002)
  8. Somewhere I Belong (2003)
  9. Faint (2003)
  10. Numb, Pt.1(2003)
  11. Numb, Pt.2 (2003)
  12. From The Inside (2004)
  13. Breaking The Habit (2004)
  14. MTV Ultimate Mash-Ups Presents: Collision Course - Numb/Encore - Exlusive (2004)
  15. Numb/Encore (2004)
  16. What I've Done (2007)
  17. Bleed It Out (2007)
  18. Shadow Of The Day (2007)
  19. Given Up (2008)
  20. Leave Out All The Rest (2008)
  21. New Divide (2009)
  22. The Catalyst (2010)
  23. Waiting For The End (2010)
  24. Burning In The Skies (2011)
  25. Iridescent (2011)

Album Demo
  1. Hybrid Theory 8 Track Demo (1999)
  2. Hybrid Theory 2 Track Demo (1999)
  3. Hybrid Theory 9 Track Demo (1999)
  4. Raw Power (2000)
  5. The Wicked World Of Warner Bros./Reprise: Ozzfest Sampler 2000 (2000)
  6. Hybrid Theory Sampler Tape (2000)
  7. Linkin Park Sampler Tape (2000)

Album Remix
  1. Reanimation - 30 Juli 2002
  2. Collision Course - 30 November 2004

Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park
  1. Fort Minor - Proyek sampingan Mike Shinoda
  2. Dead By Sunrise - Proyek sampingan Chester Bennington
  3. Hybrid Theory - Nama lama Linkin Park
  4. Xero - Nama lama Linkin Park
  5. Tasty Snax - Band lama Dave "Phoenix" Farrell
  6. Grey Daze - Band lama Chester Bennington
  7. Julien-K - Band yang bekerjasama dengan Chester Bennington di side-project mereka, Dead By Sunrise

Description: Ini adalah artikel bagus. Klik untuk informasi lebih lanjut.


Linkin Park Biografi


Awal pembentukan band ini dimulai ketika Mike dan Brad berteman di sekolah menengah (umur 13), keakraban mereka terbentuk dari kecintaan mereka terhadap berbagai jenis musik dan kegemaran menciptakan musik, dan Brad mengajari Mike cara bermain gitar. Brad juga bermain di dalam band bersama Rob. Mereka kemudian beranjak ke universitas di mana Mike bertemu Joe di Pasadena Art, sedangkan Brad dan Phoenix adalah teman sekamar di UCLA..



Setelah meninggalkan universitas mereka menjadi lebih serius akan musik, yang merek buat di kamar Mike, dan merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis dan membentuk band Xero pada tahun 1996..



Mereka mengirim demo mereka ke berbagai penjuru namun tidak berhasil, mendorong Mark untuk meninggalkan band dan Phoenix bergabung kembali dalam band lamanya Tasty Snax. Xero kemudian membutuhkan seorang vokalis.


Pada Bulan Maret 1999, Jeff Blue mengirimkan Xero tape demo atas nama Chester Bennington yang sedang mencari band. Chester melewatkan pesta ulang tahunnya untuk mengerjakan vokal demo dan menyanyikannya melalui telepon di hari berikutnya. Kemudian dia terbang ke LA dari Arizona sehari setelah audisinya, Xero terkesan dan merekrutnya sebagai vokalis baru mereka. Lalu mereka mengubah nama band menjadi Hybrid Theory.


Sementara menunggu akan penerimaan label rekaman, mereka menulis musik-musik baru dan berlatih, bermain musik di berbagai tempat yang mereka bisa. Mereka merilis Hybrid Theory EP pada tahun 1999, sebelum mengganti nama menjadi Linkin Park, terinsipirasi dari nama Lincoln Park yang selalu Chester lewati dalam perjalanan menuju latihan band, namun dengan ejaan yang berbeda agar mereka bisa mendapatkan nama domain linkinpark.com dan beberapa alasan perizinan lainnya.


Setelah ditolak berkali-kali oleh label rekaman besar (termasuk 3 kali oleh Warner Bros) Jeff Blue membantu mereka lagi dengan mendapatkan kontrak rekaman di Warner Bros pada tahun 1999.



Album pertama mereka, Hybrid Theory, dirilis pada tanggal 24 Oktober 2000 dan menjadi album terlaris tahun 2001. Hybrid Theory merupakan album terlaris kedua dalam dekade itu dan menjadi album terlaris hingga saat ini dan menerima penghargaan Diamond Award. Album ini diproduksi Don Gilmore, di-mix Andy Wallace dan direkam di NRG. Perekaman album tersebut sebenarnya mengerjakan kembali dan mengemas
ulang demo yang telah mereka kirim ke perusahaan rekaman, dan selesai dalam empat minggu. Peran bassist digantikan Brad bersama Scott Koziol dan Ian Hornbeck sebagai bassist stand-in.

Hybrid Theory memunculkan banyak kritik, namun pada tanggal 28 November single
pertama mereka, One Step Closer, dirilis dan videonya (yang menampilkan Scott Koziol sebagai bassist) menjadi hit dan diputar berulang-ulang di MTV dan channel-channel musik lainnya.



Ketika ini Phoenix bergabung kembali dalam band dan pada tahun 2001 mereka mengadakan tur secara meluas, juga diundang menjadi bagian tur Family Values dan Ozzfest. Single yang dirilis pada tahun 2001 antara lain: Crawling, Papercut, dan In The End melanjutkan kesuksesan One Step Closer, dengan In The End menjadi lagu terpopuler Linkin Park dan Crawling memenangkan Grammy Award tahun 2002 untuk
kategori Best Hard Rock Performance, mengalahkan Rage Against The Machine, POD, Alien Ant Farm dan Saliva.
Tambahan video promosi dari klip-klip video dalam tur digabungkan menjadi video klip Points Of Authority, yang ditampilkan dalam channel-channel musik di Eropa.


Mereka juga diundang untuk tampil pada acara MTV Music Video Awards tahun 2001, di mana mereka memenangkan Best Rock Video dan Best Direction in a Video. Mereka menampilkan One Step Closer bersama The X-Ecutioners sebagai tamu spesial yang menambahkan bagian bridge pada lagu tersebut.
Linkin Park menerbitkan DVD Frat Party At The Pankake Festival pada tanggal 20 November 2001 yang memberikan pengenalan lebih dekat dengan personilnya kepada para fans, dan mencantumkan video dari band Hybrid Theory.
Pada bulan Januari dan Februari 2002, mereka tampil dalam tur Projekt Revolution pertama mereka meliputi daerah Amerika Utara, mereka bergabung dalam tur Cypress Hill, Adema, dan DJ Z-Trip. Mereka mengemukakan bahwa tur bersama itu dilakukan dengan tujuan menyajikan aksi yang mencampur gaya musik rock/hip-hop/elektronik, seperti yang Linkin Park lakukan pada musik buatan mereka.


Reanimation dirilis pada tanggal 30 Juli, direkam sembari melakukan tur. Album ini menyuguhkan fitur hip-hop dan elektronika hasil pengerjaan ulang pada lagu-lagu dari Hybrid Theory dan Hybrid Theory EP. Remix dilakukan oleh Linkin Park dan beberapa pemusik lain seperti Cheapshot, The Humble Brothers dan Kurtmaster Kurt. Beberapa lainnya menampilkan vokal, seperti Jonathan Davies dan Black Thought.


Pts.Of.Athrty, di-remix oleh Jay Gordon, dirilis sebagai single seminggu sebelum album ini dikeluarkan, dengan video CGI. Sebagai tambahan, Joe Hahn membuatkan video untuk setiap video dalam album, beberapa ditampilkan di MTV ketika mereka memainkan album tersebut, video-video tersebut dirilis menjadi DVD Reanimation.



Selama tur mereka menyusun sebuah studio di bagian belakang bus mereka untuk mengerjakan album penerus Hybrid Theory, dan setelah sekali lagi rekaman di NRG, album studio kedua mereka, Meteora, dikeluarkan pada tanggal 25 (24 internasional) Maret 2003. Album ini diproduseri Don Gilmore dan Linkin Park, di-mix Andy Wallace.



Nama Meteora diambil dari kompleks Yunani untuk memberi kesan akan sesuatu yang sangat besar, melanjutkan jejak suara khas Linkin Park, mereka mencampur nada gitar berat dengan elektronika, hip-hop, dan suara rock Chester. Walaupun begitu Meteora juga mengandung beberapa elemen yang lebih lembut seperti Numb, Easier To Run dan Breaking The Habit, yang mendorong mereka kepada kesuksesan, seperti yang diakui oleh Mike bahwa ia telah mencoba menciptakan lagu ini selama bertahun-tahun.



Album ini dirilis dalam edisi reguler (sampul coklat) dan edisi spesial dengan fitur Making of Meteora DVD (sampul biru).



Meteora juga merupakan kesuksesan mendunia Linkin Park, ditandai dengan puncaknya menjadi hits #1 di Amerika Serikat dan banyak negara lain seperti Inggris, Irlandia, Jerman, dan Austria.




Mengikuti keluarnya Meteora, episode baru LPTV (series 1) ditayangkan setiap minggu dengan rekaman mereka tentang pembuatan album dan segala hal yang berkaitan dengannya, seperti saat mereka terlihat membuat dinding seni (art wall) untuk sampul album dan melakukan pemotretan promo.


Di awal bulan Maret sebelum keluarnya Meteora, Linkin Park pergi dalam tur khusus untuk anggota LPU, di mana mereka mengadakan penampilan perdana lagu-lagu baru mereka, konser di Nottingham’s Rock City, UK, direkam dan disiarkan melalui BBC Radio 1.



Sekali lagi mereka mengadakan tur album, berlangsung pada tahun 2003 dan 2004, termasuk bergabung dalam tur Summer Sanitarium 2003 Metallica, mereka berbagi acara konser bersama Limp Bizkit, Deftones dan Mudvayne, dengan Metallica sebagai bintang utama. Linkin Park menikmati tur tersebut sehingga mereka membuat film akan 2 pertunjukkan mereka di Texas dan menyatukannya dalam set DVD/CD dengan
judul Live In Texas yang dirilis pada tanggal 18 November 2003. Ketika ini mereka menampilkan P5hng Me A*wy dari Reanimation, dan juga sering menambahkan bridge dari 1stp Klosr saat memainkan One Step Closer.

Linkin Park menyelesaikan 2 tur Projekt Revolution pada tahun 2003 dan 2004, dan
mereka menambahkan fase kedua, dan Meteora World Tour.




Di akhir tahun 2004 Linkin Park menerima ajakan dari Jay-Z untuk bekerja bersamanya dan mengerjakan beberapa lagu bagi MTV’s Mash Up Series. Mike mengirimnya beberapa hasil remix. Mereka saling memberi umpan balik, kemudian menghabiskan waktu 3 hari di studio untuk akhirnya menyelesaikan 6 mash-up menggabungkan lagu-lagu Linkin Park dan Jay-Z, lebih dari yang diminta MTV semula. Maka mereka
mengundang anggota LPU dan penggemar Jay-Z ke konser di LA, di mana mereka memainkan seluruh isi Collision Course (dan beberapa lagu-lagu Linkin Park). Acara tersebut direkam untuk ditayangkan dalam MTV ke semua penjuru negeri.

Collision Course EP dirilis tanggal 30 November 2004 dengan DVD yang berisi pertunjukan mereka dari Roxy dan pembuatan documenter dengan Linkin Park dan Jay-Z bekerja sama di studio, berlatih untuk konser mereka.

Sejak perannya dalam Collision Course, Jay-Z telah bergabung dengan Linkin Park untuk tampil bersama dalam konser di Live 8 (2005), Music For Relief Tsunami Benefit (2005), Linkin Park di Madison Square Garden (2008) dan Projekt Revolution UK (2008).

Di tahun 2006, pada acara Annual Grammy Awards ke-48 Linkin Park dan Jay-Z memenangkan penghargaan Grammy untuk kategori Best Rap/Sung Collaboration, mereka juga menampilkan mash-up antara Numb/Encore dan Yesterday oleh The Beatles, dan di tengah-tengah acara Paul McCartney mengiringi mereka di atas panggung.



Setelah tur dan pekerjaan yang terus-menerus, Linkin Park memutuskan untuk beristirahat sejenak, memberikan waktu kepada Mike untuk mengerjakan proyek hip-hop solonya.

Mike tidak ingin proyeknya terfokus pada diri sendiri, ia memberi nama Fort Minor. Album The Rising Tied dirilis pada tanggal 22 (21 internasional) November 2005. Mike memproduseri albumnya sendiri namun merekrut Jay-Z sebagai produser eksekutif. Album tersebut juga keluar dengan DVD proses pembuatannya, di mana dapat kita lihat Jay-Z dan Brad Delson sedang mengevaluasi album tersebut. Album ini memunculkan banyak kontribusi dari rekan-rekan Mike, Styles Of Beyond dalam kebanyakan lagu.

The Rising Tied banyak dipuji oleh kritikus dan penggemar karena penggunaan suara dan
tema yang murni.
…one of the best hip-hop releases
-OkayPlayer.com
Mike melaksanakan tur album ini secara meluas, termasuk berperan dalam festival Eropa, menyokong 50 Cent dan penampilan atas namanya sendiri. Terutama dalam festival Summer Sonic 2006 di mana Fort Minor dan Linkin Park tampil dalam satu hari yang sama.
Pada tahun 2006 Linkin Park kembali ke studio, kali ini dengan produser terkemuka Rick Rubin, yang terkenal akan kerjasamanya dengan pemusik-pemusik yang ingin mencoba sesuatu yang baru. Mereka memulai album studio ketiga mereka dengan tujuan melangkah jauh dari Hybrid Theory dan Meteora.


Minutes To Midnight dirilis tanggal 14 Mei 2007. Judul album ini merujuk kepada kiasan akan hari kiamat. Linkin Park sukses menciptakan album yang sama sekali berbeda dari kedua album sebelumnya. Gaya bermusik baru mereka tidak begitu digandrungi seperti sebelumnya, namun tetap sukses di berbagai belahan dunia, melejit menjadi nomor 1 di banyak negara seperti Amerika Serikat, UK, Perancis, Jerman, Jepang, Australia dan Kanada.

Minutes to Midnight lebih menonjolkan vokal Chester, dan sentuhan elektronik dan hip- hop yang banyak ada di album-album sebelumnya dikurangi. Mike hanya melakukan rap pada lagu ‘Bleed It Out’ dan ‘Hands Held High’, sementara ia pertama kalinya menyanyikan secara penuh lagu-lagu, seperti pada ‘In Between’ dan juga ‘No Roads Left’ yang ada pada bonus edisi tur album Minutes To Midnight.
“most of Minutes is honed, metallic pop with a hip-hop stride and a wake-up kick…4/5 stars”
-Rolling Stone

Album ini dikeluarkan dalam bentuk edisi regular (biasa), edisi spesial yang menyertakan DVD Making Of, dan video pembuatan What I’ve Done. Edisi deluks juga tersedia, mencantumkan versi buku dari seni rupa gambar album dan kartu bergambar.
Sebelum Minutes To Midnight dirilis, seri baru LPTV ditayangkan (seri 2) dan tur promosi pendek diadakan.



Kembali Linkin Park melakukan tur keliling dunia Minutes To Midnight pada selang tahun 2007 dan 2008, mengikuti festival Eropa, tur arena UK, Eropa, Australia dan Amerika, serta 2 tur Projekt Revolution, yang merupakan Projekt Revolution pertama di luar Amerika Utara, yakni di Jerman dan Inggris.




Projekt Revolution yang diadakan di National Bowl di Milton Keynes, UK, pada tanggal 29 Juni 2008 direkam ke dalam CD/DVD “Road to Revolution: Live in Milton Keynes” yang dirilis tanggal 24 November 2008. Tempat ini terkenal karena beberapa band yang mengeluarkan DVD pertunjukan saat konser di sana, seperti Green Day dan Queen.



Dalam acara ini pula berperan Jay-Z, Pendulum, N*E*R*D, Enter Shikari, The Bravery dan Innerpartysystem. Jay-Z menampilkan karya-karyanya sendiri baru kemudian bersama-sama Linkin Park dalam encore mereka ‘Numb/Encore’ dan ‘Jigga What/Faint’ dari album Collision Course. Pada set ini pula Mike terlihat pertama kalinya menyanyikan Hands Held High secara akapela, tidak terencana namun seorang
penggemar menunjukkan spanduk yang meminta lagu tersebut..

Bagian-bagian dari konser tersebut juga ditayangkan di MTV pada acara khusus Projekt Revolution dan lagu-lagu single dalam channel musik lainnya.

Linkin Park mengaku mereka cukup kesulitan menamai album-album mereka, maka mereka mengadakan sayembara bagi para penggemar untuk mengusulkan nama CD/DVD baru tersebut dan mengambil suara terbanyak untuk finalis yang telah terpilih. Pada akhirnya pemenangnya adalah yang menyarankan nama ‘Road To Revolution’..

Penampilan langsung What I’ve Done dari album tersebut menjadi nominasi dalam Grammy Awards 2010 untuk kategori Best Hard Rock Performance, namun kalah dari lagu studio AC/DC.
Linkin Park mengakhiri tur Minutes To Midnight dengan satu tur Projekt Revolution US
dan tur Asia.

Pada tahun 2009 mereka mengerjakan lagu untuk Transformers: Revenge of The Fallen, berjasa atas soundtrack New Divide yang dimainkan selama film dan tampilan credit di akhir film. Linkin Park juga merilis single tersebut secara digital pada 18 Mei 2009 melalui album single pada tanggal 16 Juni 2009, dan membuat video klipnya.

Mereka juga tampil dalam beberapa pertunjukan sepanjang Eropa, Asia dan LA.

Tahun 2009 juga merupakan waktu bagi proyek sampingan Chester, Dead By Sunrise, menciptakan album ‘Out Of Ashes’ yang dikeluarkan tanggal 13 Oktober. Chester bekerjasama dengan beberapa anggota Julien-K untuk menulis dan merekam album tersebut, yang berjenis rock dengan beberapa lagu yang berkesan sedikit lembut, seperti lagu ‘Give Me Your Name’. Chester mengatakan bahwa ia ingin sedikit mengemukakan
hal-hal pribadi dalam album ‘Out Of Ashes’ sebelum mengerjakan album Linkin Park berikutnya. Ia juga mengadakan tur bersama Dead By Sunrise..


Setelah bencana gempa bumi menimpa Haiti di Januari 2010, Linkin Park bekerja dengan Music For Relief untuk membuat album yang berisi lagu-lagu terbaru dari bermacam-macam artis seperti Lupe Fiasco, Dave Matthew’s Band dan Slash di samping lagu mereka sendiri ‘Not Alone’, membantu mengumpulkan sumbangan untuk menyokong Haiti. Hingga April album ini telah menghasilkan $200,000 untuk donasi bagi Haiti.
Pada tanggal 26 April 2010 Linkin Park meluncurkan game baru yang dikembangkan oleh Artificial Life Inc. untuk iPhone, iPod Touch, dan iPad yang berjudul Linkin Park’s ‘8-Bit Rebellion!’. Para pemain harus mengalahkan organisasi PixxelKorp dengan cara mengumpulkan potongan-potongan lagu dan mengembalikannya ke para personil Linkin Park.



Permainan ini menyertakan gambaran 8-Bit dari para anggota Linkin Park dan Linkin Park HQ, beberapa di antara tokoh-tokoh itu dapat diajak berinteraksi, kesemuanya diciptakan oleh Mike. Mike juga membuat versi 8-Bit dari lagu-lagu seperti ‘Crawling’, ‘Faint’, ‘Hands Held High’, ‘In The End’, ‘New Divide’, ‘No More
Sorrow’, ‘One Step Closer’ dan ‘QWERTY’ untuk menjadi musik latar di sepanjang permainan, versi studio dari lagu-lagu tersebut juga tersedia di dalam game ini, disertai lagu dan video yang belum dirilis ‘Blackbirds’ yang dihadiahkan kepada penggemar setelah permainan terselesaikan.



Terdapat juga jaringan sosial di mana para pemain dapat menjadi teman, berkirim pesan, hadiah, dan mengobrol via IM satu sama lain.

Pada bulan Juni Linkin Park memberikan para penggemar mereka teka-teki untuk dipecahkan di LinkinPark.com, berisi kode biner, kata-kata dan gambar yang hilang dan harus ditebak, sebagai balasannya, para penggemar diberikan informasi tentang judul album baru, judul single dan tanggal keluarnya.

Album studio Linkin Park yang keempat dinamai ‘A Thousand Suns’, dirilis di Amerika Serikat tanggal 14 September 2010 (tanggal 10, 13 dan 15 di internasional). Di ko- produseri Mike dan Rick Rubin, di-mix oleh Neal Avron dan direkam di studio NRG, dan kebanyakan pengerjaannya dilakukan di studio rumah Mike dan Joe Hahn.

Di album ini lagi-lagi Linkin Park mengubah gaya bermusik mereka, menyatukan berbagai macam suara dan sampel unik, bahkan menggunakan mainan anak-anak untuk menemukan bunyi yang cocok untuk lagu mereka. Karenanya album ini memiliki elemen elektonika/dance yang kuat, yang tidak ada pada Minutes To Midnight. Vokal Mike juga kurang berperan di album Minutes To Midnight. Sebagai gantinya, Mike cukup dominan dalam album A Thousand Suns, memberikan sentuhan rap terbaiknya dalam lagu-lagu seperti ‘When They Come For Me’, ‘Waiting For The End’, dan ‘Wretches and Kings’. Ia juga banyak bernyanyi, yang mana memberikan mereka kebebasan
bereksperimen terhadap permainan peran antara vokal Chester dan Mike. Mereka juga menolak menciptakan struktur lagu yang ‘biasa’ yang telah mereka andalkan di masa lalu, mencoba membuat lagu-lagu mereka lebih sulit tertebak dan lebih menarik..

Seperti biasa, keluaran album ini dilengkapi dengan dokumenter ‘Meeting A Thousand Suns’ dari cuplikan di studio dan dirilis bersama album A Thousand Suns edisi spesial dan deluks. Mereka juga menyediakan skateboard edisi terbatas bersama dengan album tersebut.

Peluncuran album ini dirayakan dengan pertunjukan sinar laser di LA dengan sesi Tanya jawab bersama Linkin Park pada tanggal 7 September dan sebuah konser di New York pada tanggal perilisannya.



Album ini diawali dengan keluarnya single The Catalyst. Linkin Park mengumumkan lomba remix sebelum peluncurannya, di mana mereka memberikan potongan-potongan musik yang dapat diolah para peserta dengan menambahkan atau menyusun vokal dan instrumental yang mereka inginkan, dan hasil karya pemenangnya akan dimasukkan ke dalam edisi spesial A Thousand Suns. Pemenang yang terpilih oleh Linkin Park adalah NoBrain dari Polandia, ia dapat berperan dalam video chat bersama Mike Shinoda..


The Catalyst juga menjadi bagian dalam trailer sebuah video game, Medal of Honor. Linkin Park menggunakan game ini sebagai sarana peluncuran single tersebut dan dilibatkan dalam promosiny, Mike menghadiri Konferensi Pers Sony dan memainkan permainan tersebut di depan para hadirin. Game ini mendorong The Catalyst menjadi video terpopuler di YouTube sedunia. The Catalyst juga menerima dan menjadi debut
#1 di sejarah Billboard Rock Songs, dan menjadi #1 di berbagai stasiun radio rock dan alternatif di penjuru negeri..


A Thousand Suns menimbulkan tanggapan serupa dari pihak penggemar dan kritikus, terutama masalah perubahan suara yang begitu drastis dari album-album sebelumnya Hybrid Theory, Meteora, Minutes To Midnight, dan juga begitu berbeda dari album- album, yang dibandingkan dalam banyak ulasan dengan Radiohead, Nine Inch Nails dan Green Day.
“…potongan-potongan kecil suara yang dikemas dalam retorika politis menyambungkan lagu-lagu yang lebih besar. Kumpulkan semuanya dan sesuatu yang kreatif dan mandiri sebagai kualitas dasarnya terbentuk. Menjadi Linkin Park, dengan kemampuan mengolah suara dan audio yang sehebat ini, menjadikan A Thousand Suns sebagai terobosan hasil karya studio di tingkat teratas…”
- Ian Winwood, majalah Kerrang.




Sambutan hangat terhadap A Thousand Suns juga ditandai dengan tingkat penjualan album, di mana A Thousand Suns melejit ke #1 di Amerika Serikat dan Australia, dan dalam Billboard’s European Albums, serta meraih #2 di UK.


Single keduanya, Waiting For The End, dirilis tanggal 5 Oktober 2010.


Pada tanggal 7 Oktober Linkin Park memulai A Thousand Suns World Tur (tur keliling dunia) di Argentina, dan sepanjang Oktober hingga Desember mereka mengadakan tur ke Amerika Selatan, Israel, Eropa, dan Australia. Pada Januari 2011 mereka berencana melaksanakan tur berkeliling Amerika Serikat.


Linkin Park live in Madrid, 2010


Oktober 2010 lalu menandai 10 tahun ulang tahun perilisan album debut Linkin Park, Hybrid Theory, yang menjadi salah satu dari album dengan penjualan terbaik dan dianugerahi diamond award di US untuk penjualan sebesar 10 juta keping. Linkin Park melakukan penampilan di depan 60.000 fans di Puerta de Alcala, Madrid, Spanyol, untuk MTV 2010 Europe Music Awards pada 7 November. Mereka menampilkan Waiting For The End pada acara penganugerahan dan memenangkan kategori Best Live Act. Penampilan tersebut juga disiarkan di MTV Live dan dirilis sebagai EP lewat iTunes. Pada bulan Maret 2011, penampilan tersebut diliris di Eropa dalam bentuk DVD rilis ulang dari A Thousand Suns yang diberi judul A Thousand Suns+ dengan album sampul versi berwarna.


Pada bulan November, Linkin Park juga merilis stasiun radio mereka di iheartradio, di mana band bisa merekam dan menyiarkan channel radio mereka sendiri. Umumnya, mereka menyiarkan Mike dan Chester favourite music termasuk lelucon-lelucon. Mereka juga melibatkan fans termasuk menjawab pertanyaan secara on air dan menelepon fans selama rekaman.



Di Desember, Waiting For The End mencapai puncak tangga lagu pada Billboard Alternative Songs Chart, menjadikan lagu tersebut sebagai lagu ke-10 dari Linkin Park yang berhasil menjadi nomor 1 di US.




Tahun 2011 band mengadakan tur A Thousand Suns keliling Amerika Utara, termasuk pertunjukkan besar di Madison Square Garden yang disiarkan di Fuse TV. Mereka juga tampil di Saturday Night Live, dan merupakan band pertama yang tampil dalam mode hitam putih pada show tersebut. Setelah pertunjukkan di Montreal, Kanada tersiar kabar jika Chester merasa tidak enak badan, dia dilaporkan mengalami batuk di depan fans selama show. Pada tanggal 9 Februari Linkin Park memberikan pernyataan bahwa pertunjukkan di Washington DC akan dibatalkan:
Linkin Park terpaksa membatalkan show mereka pada 10 Februari di Verizon Center, Washington DC. Vokalis utama Chester Bennington mengalami sakit dan berada di bawah anjuran dokter untuk tidak tampil. Band sangat menyesali pembatalan tak terduga ini dan meminta maaf atas kekecewaan yang terjadi. Tiket dapat diuangkan kembali mulai 11 Februari.

Mereka terpaksa membatalkan beberapa tur karena Chester sedang dalam masa pemulihan. Pertunjukkan terakhir yang dibatalkan adalah di Dallas, TX; mereka menjadwalkan ulang tur di Las Vegas, NV dan dua jadwal tur di Texas sebagai penutup dari tur US. Dalam wawancara dinyatakan Chester mengalami sedikit demam, tapi dokter berpikir itu mungkin flu dan tes kesehatan menunjukkan jika kesehatan Chester memburuk.


Linkin Park bersama Sekretaris Jendreal PBB, Ban Ki-moon, 2011

Pada bulan Maret, Linkin Park terlibat dalam konferensi online bersama Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-Moon dan anggota lain dan UN Foundation untuk mendiskusikan kelanjutan bantuan untuk Haiti. Setelah konferensi tersebut, masih di bulan April, Phoenix melakukan perjalanan ke Haiti untuk melihat bagaimana banda dan proyek Download to Donate dari Music For Relief sangat membantu para korban. Film singkat tentang perjalanan Phoenix ke Haiti juga dibuat untuk meyakinkan orang-orang jika bantuan untuk Haiti masih sangat dibutuhkan.

Masih di bulan Maret, Jepang mengalami musibah gempa bumi dan tsunami. Sebagai tanggapan kepada bencana tersebut, Linkin ikut berkontribusi di album Download to Donate Japan dari Music For Relief lewat single instrumental terbaru mereka Issho Ni. Mike juga mendesain dua t-shirt dengan desain origami kupu-kupu yang melambangkan kelahiran kembali dan lainnya merupakan logo Not Alone, penjualan dari kedua t-shirt tersebut didonasikan lewat Music For Relief untuk Save the Children.



Linkin Park live dari Premiere Transformers di Moskow, 2011



Bulan April lalu Linkin Park memberikan konfirmasi akan ikut berkontribusi dalam soundtrack Transformers, pada kesempatan ketiga kalinya ini Linkin Park akan berkontribusi untuk fim ketiga Transformers : Dark of The Moon, yang menyertakan versi pendek dari remix Iridescent. Video dan single Iridescent dirilis pada 2 Juni yang juga menampilkan sosok robot-robot dari film Transformers. Linkin Park juga melakukan pertunjukkan live pada premiere dunia film tersebut di Moskow, Rusia di depan 20000 penonton serta kru dan pemeran film tersebut.



Band mengambil waktu istirahat selama tiga bulan dari tur selama Maret hingga Juni untuk berada di studio dan mulai mengerjakan album kelima. Pada bulan Juni mereka mengisi dua acara festival musik musim panas di US, keduanya diselenggarakan di California. Pada 4 Juni mereka menjadi pengisi panggung utama dari KROQ’s annual Weenie Roast festival dan pada tanggal 5 Juni mereka tampil di LIVE 105’s annual BFD festival. Saat ini mereka sedang melakukan perjalanan di Eropa dalam rangka tur, termasuk beberapa festival di mana mereka akan tampil serta pertunjukkan Projekt Revolution di Finlandia dan Jerman.



info lebih lanjut : mikeshinoda.com

Minggu, 22 Juli 2012

Linkin Park, 'Living Things': Track By Track Review



"If you can cut down on the number of pieces of gear, you can create a signature sound for the record," Linkin Park's Mike Shinoda told Billboard earlier this month while discussing the band's new album, "Living Things." "As we were working on it, it was a goal to only use the important sounds. Anything that wasn't playing a role in a song we got rid of." "Living Things," Linkin Park's fifth studio album, is certainly stripped-down compared to the alt-metal-electro-rock band's previous oeuvre -- but not necessarily in the way that Shinoda is describing. Co-produced by Shinoda and Rick Rubin, "Living Things" is less busy than 2010's "A Thousand Suns," and includes more tracks that strictly adhere to a certain genre or uncluttered idea. But the album is also more bare-bones as a whole: at only 36 minutes, "Living Things" includes four tracks that clock in under three minutes, and nothing that makes it to the four-minute mark. Unfinished ideas reside comfortably next to gorgeous production values, and often, the listener ends up craving more.




But "Living Things" is by no means a poor album -- tracks like "Castle of Glass" and "Victimized" are among some of the band's most successful experiments, while "Burn It Down" and "Powerless" are classic examples of why Linkin Park remains vital while its nu-metal compatriots have more or less fallen by the wayside. "Living Things" is simply a minor effort in an impressive discography, and one that should translate well to Linkin Park's live show.
Which songs on "Living Things" are among Linkin Park's best work? Check out our track-by-track breakdown of the new album.


1. Lost in the Echo - Bubbling synthesizers quickly morph into crunching guitars, and the rap-rock interplay between Mike Shinoda and Chester Bennington remains ever intact. 

2. In My Remains - The production here lends to Linkin Park's overall potency, with the crisp verses sliding succinctly into the song's refrains. The melodic bridge -- "Like an army, falling, one by one by one" -- is not exactly ominous, but offers an early moment of yearning poignancy

3. Burn It Down - The lead single still earns its meal ticket through its inviting synth line -- which NBA fans heard for weeks as the song was used as the anthem of this year's playoffs. Shinoda's rhymes are a bit limp, but Bennington soldiers through with his signature intensity. 

4. Lies Greed Misery - Who let Skrillex in the booth? Thick bass wobbles and programmed drums offer a bold new look for Linkin Park, as Bennington's screeching is choked out by the static. 

5. I'll Be Gone - Buzz-saw guitar riffs and cymbal bashes highlight this fairly straightforward, highly grim ode to disconnection and loneliness. A compelling descent that recalls 90s modern rock heroes like Alice In Chains and Stone Temple Pilots. 

6. Castle of Glass - A folk song with LP's muscle, "Castle of Glass" uses compelling songwriting, extended metaphors and a simple but radical (for Linkin Park) arrangement to offer one of the album's most intriguing tracks. 

7. Victimized - Like "Lies Greed Misery," "Victimized" rushes through its various ideas in under three minutes; the juxtaposition of Shinoda's lullaby and Bennington's heady thrashing is thrilling, but alas, needs more room to breathe. 

8. Road Untraveled - A piano ballad that leads to Bennington delivering some forlorn "Whoa-oh-oh's" and grows, expectedly, into a showcase for power chords and extended lighters. Trite, but damn, does it inspire some head-banging. 

9. Skin To Bone - The album returns to Linkin Park's familiar electronic tropes, but the punishing percussion and winding climax make "Skin To Bone" feel fresh.

10. Until It Breaks - Shinoda busts some rhymes over slick, futuristic production until Bennington halts the smack-talk and orders, "Bring me to kingdom come!" If "Until It Breaks" isn't the most cohesive effort, it might be the most entertaining -- a weird, gleeful train wreck of a rock hymn.

11. Tinfoil - A glitchy instrumental that serves as a capable bridge between the two bookending tracks. Again, another quick cut that could have been extended a little. 

12. Powerless - Finally, on the 12th and final track, the deluxe Linkin Park package is presented: lock-step beats, soaring harmonies, and synthesizer whispers before Brad Delson's guitar comes in for the kill.